Rakerda PKS Badung, PKS Siap Menjadi Kendaraan Bagi Tokoh Masyarakat

BADUNG (12/09) – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Fontana Legian pada Minggu (12/9/21).

Acara Rakerda dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Badung Suparmadi beserta sekretaris Jaka Sujana, Rois Syuriyah Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Badung Faishol Tantowi, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Badung Muhammad Fauzi serta beberapa tokoh masyarakat di Kabupaten Badung.

Turut hadir pula Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD) PKS Badung, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Bali Hilmun Nabi’ yang didampingi oleh Sekretaris DPW PKS Bali Zulrachmad Lonthor.

Rusdi Juanda selaku ketua DPD PKS Badung menyampaikan rasa hormat serta terima kasih atas kehadiran tokoh masyrakat dan tamu undangan.

“Menjadi kebanggaan bagi kami karena acara ini dihadiri tokoh masyarakat di Badung, para ulama dan kyai. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih” ujar Rusdi Juanda.

Dalam sambutannya, Rusdi Juanda juga menyampaikan bahwa dalam kondisi pandemi ini semua orang pasti mengalami kesulitan. Tetapi para kader PKS Badung tetap menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi.

Melihat kondisi masyarakat yang masih kesulitan di masa pandemi ini membuat Rusdi Juanda mencanangkan program unggulannya yaitu pembagian bantuan kepada keluarga terdampak pandemi yang akan dilakukan setiap bulan.

“Meskipun sedikit, insyaAllah bantuan ini akan kita lanjutkan setiap bulan selama pandemi berlangsung” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Hilmun Nabi’ selaku ketua DPW PKS Bali yang sekaligus membuka acara Rakerda DPD PKS Badung menyampaikan bahwa dalam setiap kegiatan yang diperuntukkan kepada masyarakat harus diniatkan sebagai ibadah. Ia juga mengingatkan para kader agar dalam membantu masyarakat dilakukan dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Ia juga menegaskan, dalam pemberian bantuan kepada masyarakat tidak boleh memilih suku, agama, maupun asal daerah penerima bantuan. Semua bantuan harus disalurkan berdasarkan kondisi masyarakat.

“Jangan sampai saat memberikan bantuan nanti dipilih-pilih orangnya, apa lagi sampai ditanya bapak atau ibu dari Badung atau bukan. Jangan sampai kader PKS seperti itu. Ingat, harus ikhlas dan niatkan ibadah” tegas Hilmun Nabi’.

Ia juga menambahkan agar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas, maka harus bergerak dengan partai politik. Untuk itu, Hilmun Nabi’ menyampaikan bahwa PKS siap menjadi sarana bagi siapa saja apalagi tokoh masyarakat yang ingin berjuang bersama untuk kebaikan masyarakat.

“Dengan partai politik masyarakat yang kita bantu lebih banyak dari pada saat kita berjuang sendiri. Untuk itu, PKS siap menjadi kendaraan bagi tokoh masyarakat yang ingin berjuang melalui jalan politik” tutupnya. (RAR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *